Desa Balo Baloang merupakan wilayah maritim strategis di Kepulauan Liukang Tangaya. Sejarah kepemimpinannya bermula pada masa kolonial Belanda (1915-1940) di bawah kendali H. Lahmade Dg. Pasolong sebagai Gallarrang pertama atau Galla Toa. Tongkat estafet kemudian berlanjut kepada putranya, H. Tajuddin (1940), dan disusul oleh Kadimang Dg. Mattata (1940-1961) yang menandai perubahan status wilayah menjadi Kepala Desa.
Memasuki era modern, desa ini dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Abdul Gaffar, Dg Pasima, dan A. Mustafa, hingga masa jabatan terpanjang selama 32 tahun oleh H. Muhammad Sagir (1984-2009). Pada periode 2009-2014, di bawah kepemimpinan Muhammad Rewa, desa mulai terlibat aktif dalam program strategis seperti Coremap Pangkep II & III.
Setelah masa transisi di bawah Tike (2014-2016) sebagai Karateker yang bertepatan dengan pengesahan UU Desa, kepemimpinan definitif dilanjutkan oleh Bohari, S.Pd. Beliau terpilih melalui pemilihan serentak pada 2016 dan kembali dipercaya oleh masyarakat sebagai Incumbent untuk periode kedua (2022 - Sekarang).
Pejabat Definitif Saat Ini
Masa Bakti: 2016 - 2022 & 2022 - Sekarang
"Habitat asli dari satwa langka merpati emas (caloenas nicobarica). Pulau ini merupakan benteng pertahanan terakhir bagi ekosistem burung langka di wilayah administrasi Dusun Pelokang."
"Terletak di wilayah Dusun Langkoitang, pulau ini menyimpan pesona pasir putih alami yang sangat halus dengan kejernihan air laut yang memukau."